Siswa SMA Muhammadiyah 1 (MUHI) Yogyakarta yang tergabung dalam Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Yogyakarta (IPM) pada Jum’at sore (4/8), melepaskan 50 ekor penyu di Pantai Pelangi, Bantul. Pelepasan 50 ekor penyu ini sebagai upaya IPM untuk lebih peduli kepada lingkungan.
Menurut Zulfatah Fadlurahman selaku ketua IPM MUHI, kegiatan pelepasan penyu tersebut bertemakan “love of living things, love the surroundings”. “Maksud dari tema yang kami pilih ini adalah agar kita lebih mencintai makhluk hidup dan mencintai lingkungan. Khususnya bagi kader IPM. Karena selama ini kegiatan yang sering dilakukan oleh IPM masih berfokus pada sumberdaya manusia. Sehingga pada Muktamar IPM ke-56 digagaslah tiga aksi kreatif yakni ekologi, literasi, dan kemandirian pelajar,” ujarnya di sela-sela pelepasan.
Kegiatan pelepasan penyu tersebut, imbuh Zulfatah, merupakan serangkaian kegiatan dari program kerja Pimpinan Ranting IPM MUHI yang disinergikan dengan gerakan dari Pimpinan Pusat IPM yaitu ekologi atau pelestarian lingkungan. “Pemilihan program pelepasan penyu ini kami dasari atas kesadaran dari akan pentingnya pelestarian penyu. Karena sebagaimana kita ketahui penyu merupakan salah satu hewan purba yang harus kita jaga, agar ekosistem dari kehidupan laut tetap terjaga. Selain pelepasan penyu yang sudah kami selenggarakan hari ini, gerakan ekologi yang akan kami lakukan berikutnya adalah penghijauan di daerah Gunung kidul pada minggu yang akan datang,” imbuh Zulfatah.
Sementara itu, Basuki selaku pengelola dari Konservasi Pantai Plangi menjelaskan bahwa dirinya memulai konservasi tersebut sejak tahun 2014. Basuki juga memberikan sosialisasi pada siswa MUHI akan pentingnya pelestarian penyu, cara pemeliharaan penyu dari penetasan sampai siap untuk dilepas ke lautan.
“Penyu merupakan hewan yang memiliki konsep hidup yang sangat hebat. Pertama dia adalah hewan yang sangat mandiri karena dia sudah ditinggal ibunya sebelum menjadi penyu. Setelah menetas dia merangkak sendiri menuju laut. Dan setelah dewasa dia dan akan bertelur, dia tahu tempat dimana dia dulu dilahirkan. Semoga kita bisa belajar dari seekor penyu,” jelas Basuki.
Selain itu Basuki juga berharap bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bisa tetap tertanam. Bukan hanya saat menjadi pelajar atau mahasiswa saja tetapi ketika sudah menjadi pengusaha atau profesi lainnya tetap memiliki kesadaran yang besar terhadap pemeliharaan lingkungan. “Pesan saya juga kepada semua agar tidak membuang sampah plastik ke sungai atau laut. Karena itu bisa mengganggu ekosistem yang ada di laut, seperti penyu yang harus selalu kita jaga dan lestarikan keberadaannya,” tegas Basuki.
Syadah Khusniwati, S.Kom.I selaku pembina IPM juga menambahkan bahwa SMA MUHI mendukung apa yang dilakukan oleh Pimpinan Ranting IPM MUHI. “Sekolah sangat mendukung kegiatan semacam ini. Dan harapannya kegiatan seperti pelestarian lingkungan ini bisa terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. Sebab untuk melestarikan lingkungan itu kita butuh aksi nyata,” pungkasnya.
Adapun kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa baik dari pimpinan IPM, Falahi (Tafakkur Alam MUHI), perwakilan PMR (Palang Merah Remaja), SPECTRA (Satgas Anti Narkotika, Napza dan Adiktif) MUHI, Hizbul Wathan, CMM (Corps Muballigh MUHI), Pimpinan Daerah IPM Kota Yogyakarta dan Pimpinan Wilayah IPM DIY .
Cabang olahraga basket tingkat SMP sederajat dalam ajang Moehi National Competition (MONACO) XI...
Yogyakarta – Pesantren As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta resmi membukarangkaian...
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menerima kunjungan studi tiru dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah...
Tiga murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih...
Sebanyak sebelas murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil mengukir prestasi pada Festival Lomba...
Layanan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Realtime Online Tahun Pelajaran 2026-2027.