Post

MUHI HARUSNYA MENDUNIA KARENA MEMBANGUN BUDAYA INI

MUHI HARUSNYA MENDUNIA KARENA MEMBANGUN BUDAYA INI

Giga Ikhlas Kusuma | 18 Oktober 2024

SMA MUHI merupakan salah satu sekolah menengah atas kebanggaan masyarakat Yogyakarta. Bagaimana tidak? SMA Muhi selalu mencoba mengenalkan budaya Yogyakarta dan kebiasaan baik lainnya untuk dibawa pada kehidupan bermasyarakat. Kebiasaan-kebiasaan tersebut perlu dibangun agar sejalan dengan visi dan misi Muhi dalam mewujudkan lulusan yang berwawasan lingkungan. Dalam penerapannya, budaya baik yang dibangun muhi adalah sebagai berikut :

1. Kebiasaan 3 S (Senyum, salam, sapa)
Setiap hari, guru dan karyawan SMA Muhi selalu berusaha memberikan teladan yang baik bagi peserta didik dengan melaksanakan budaya 3 S, Senyum, salam, dan sapa. Guru dan karyawan SMA Muhi melaksanakan piket untuk menyambut kedatangan peserta didik dan menerapkan budaya 3 S tersebut. Pembiasaan ini bukan hanya sekadar kegiatan, namun juga sebuah pengamalan langsung untuk menunjukkan fokus muhi dalam membangun tali silaturahmi antar warga sekolah.

2. Pengenalan Budaya Daerah dalam berbagai Kegiatan
Selain kebiasaan positif, Muhi juga mewujudkan pelestarian budaya dalam beberapa kegiatan. Seperti kegiatan membatik yang dilaksanakan setiap ada kunjungan dari luar negeri. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya dengan mengenalkan budaya membatik pada manca negara. Beberapa negara yang pernah berkunjung dan membatik bersama Muhi adalah negara Malaysia dan Korea Selatan.
Kegiatan lain dalam proses pengenalan budaya daerah adalah melalui musik dan Muhi memiliki kelompok musik bernama Muhi Rockestra. Kelompok musik ini menunjukkan perpaduan antara musik daerah yang menggunakan gamelan dan alat musik modern sehingga dalam beberapa kegiatan , Muhi Rockestra menunjukkan pelestarian budaya melalui musik yang harmoni.

3. Pemakaian Gagrak Yogyakarta dalam Momen Tertentu.
Selain kebudayaan yang sifatnya keterampilan, muhi juga menerapkan pelestarian budaya dalam segala hal salah satunya adalah kebiasaan berpakaian. Salah satu baju adat Yogya adalah baju gagrak. Setiap hari Kamis Pon, seluruh warga SMA Muhi digerakkan untuk memakai baju gagrak dengan lengkap mulai dari blangkon hingga selop. Kegiatan ini menunjukkan selain melestarikan kebudayaan, Muhi juga menjunjung tinggi nilai kedisiplinan berpakaian dengan sarat makna Yogyakarta. Pemakaian baju gagrak Yogyakarta ini tidak hanya dipakai ketika Kamis Pon saja, namun beberapa kegiatan yang menuntut penggunaan gagrak Yogyakarta seperti momen peringatan HUT DIY, atau kegiatan sekolah seperti tasyakuran P5, dan momen lainnya.

Dengan hidupnya budaya tersebut di Muhi, harusnya Muhi sudah mendunia karena budaya dan kebiasaan tersebut bukanlah sebuah kegiatan harian saja, namun juga memberikan pengaruh yang besar bagi masyarakat daerah dan masyarakat luas pada umumnya. Giga

Berita lainnya.

BEKALI MURID KELAS XII TEMBUS KAMPUS IDAMAN 2027

Adam Al Hakim | 07 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) menyelenggarakan Seminar Motivasi bertajuk "Perang Siasat...

TELADANI PENDIRI PERSYARIKATAN, 34 MURID TERBAIK MPLS IKUTI MUHAMMADIYAH HERITAGE TRIP

Adam Al Hakim | 07 Agustus 2026

Sebanyak 34 murid terbaik yang terpilih dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)...

SMA Muhi Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Sekitar

Naufal Amiru Rokhim | 05 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggelar Pertemuan dengan Masyarakat Sekitar pada Rabu (5/8/2026)...

Sharisha Lolos OSN Nasional Cabang Kebumian

Naufal Amiru Rokhim | 05 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Salah...

SMA Muhi Wakili DIY ke FLS3N Nasional

Naufal Amiru Rokhim | 05 Agustus 2026

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui dua muridnya,...

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Layanan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Realtime Online Tahun Pelajaran 2026-2027.