Yogyakarta — Ketua Mujannib Pesantren As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Muhammad Fatih, menyampaikan kesan dan pesannya dalam kegiatan Pelepasan Mujannib yang digelar di Mang Engking pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya selama menjalani kehidupan sebagai santri di Pesantren As-Sakinah.
Muhammad Fatih merupakan siswa asal Bengkulu yang lahir pada 7 April 2008. Ia merupakan putra dari Muhamad Iqbal dan Erwita Handayama. Sebelum menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, ia mengenyam pendidikan di TK Islam Terpadu Auladuna Kota Bengkulu, SDIT IQRA 1 Kota Bengkulu, dan SMPIT IQRA Kota Bengkulu. Selama bersekolah di Muhi, ia juga menorehkan prestasi dengan meraih Medali Perak OSAN bidang Sejarah.
Dalam sambutannya, Fatih menyampaikan bahwa keberadaan asrama sangat membantu dirinya, terutama sebagai siswa perantauan yang jauh dari keluarga. Menurutnya, kehidupan di pesantren memberikan banyak pembelajaran yang tidak mudah didapatkan apabila memilih tinggal di kos biasa.
Ia mengaku bahwa selama tinggal di Pesantren As-Sakinah, dirinya belajar untuk hidup lebih disiplin dan lebih terjaga dalam menjalankan ibadah, khususnya sholat berjamaah. Baginya, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi siswa SMA di tengah berbagai kesibukan dan dinamika masa remaja.
“Sebagai anak perantauan, saya sangat terbantu dengan adanya asrama ini. Kami belajar disiplin, lebih terjaga sholatnya, dan terbiasa menjalani kehidupan yang teratur. Hal seperti ini mungkin akan sulit didapatkan jika memilih tinggal di kost,” ungkapnya.
Selain itu, Fatih juga menyampaikan bahwa dirinya dan para santri lainnya memperoleh banyak pelajaran hidup dari para pembina serta musyrif pesantren. Tidak hanya pembelajaran agama, tetapi juga nilai-nilai kehidupan, kedewasaan, tanggung jawab, dan kebersamaan yang menjadi bekal penting untuk masa depan.
“Di asrama, kami belajar banyak hal dari para pembina dan musyrif pesantren. Kami belajar tentang kehidupan yang mungkin tidak kami dapatkan di luar sana,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan pesantren tidak menghambat kegiatan akademik para santri di sekolah. Justru menurutnya, kehidupan pesantren membantu para siswa untuk mampu menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan penerapan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.
Fatih menilai bahwa pengalaman tinggal di Pesantren As-Sakinah menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kedisiplinan dirinya selama menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Ia pun berharap agar Pesantren As-Sakinah terus berkembang dan dapat memberikan manfaat bagi generasi santri berikutnya.
Cabang olahraga basket tingkat SMP sederajat dalam ajang Moehi National Competition (MONACO) XI...
Yogyakarta – Pesantren As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta resmi membukarangkaian...
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menerima kunjungan studi tiru dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah...
Tiga murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih...
Sebanyak sebelas murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil mengukir prestasi pada Festival Lomba...
Layanan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Realtime Online Tahun Pelajaran 2026-2027.