Yogyakarta — Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan Pesantren As-Sakinah merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang komprehensif bagi para siswa. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Pelepasan Mujannib Pesantren As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang berlangsung di Mang Engking pada Kamis, 7 Mei 2026.
Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa pesantren bukan hanya sekadar tempat tinggal bagi siswa, melainkan sebuah layanan pendidikan yang dirancang untuk membentuk insan yang memiliki keseimbangan antara pemahaman ilmu agama dan ilmu umum. Menurutnya, integrasi kedua bidang ilmu tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang utuh. Pesantren As-Sakinah menjadi salah satu ikhtiar sekolah untuk membentuk siswa yang memahami ilmu agama sekaligus memiliki kompetensi ilmu umum,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa santri Pesantren As-Sakinah merupakan role model bagi siswa Muhi lainnya. Semangat kedisiplinan, tanggung jawab, serta karakter religius yang dibangun di lingkungan pesantren dinilai sejalan dengan spirit pendidikan yang diwariskan oleh K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah.
Beliau menambahkan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter siswa agar mampu menjadi generasi yang unggul dan berkemajuan.
Pada kesempatan tersebut, Drs. H. Herynugroho, M.Pd. juga menyampaikan bahwa saat ini sekolah baru mampu memfasilitasi asrama bagi siswa laki-laki. Pihak sekolah menyadari kebutuhan akan asrama putri juga cukup besar, sehingga sekolah terus berupaya untuk merealisasikan pembangunan fasilitas tersebut.
Namun demikian, beliau mengungkapkan bahwa sekolah masih menghadapi kendala dalam pencarian lahan yang memadai untuk pembangunan asrama putri. Oleh karena itu, beliau meminta dukungan dan doa dari para orang tua santri agar rencana tersebut dapat terwujud di masa mendatang.
“Kami mohon dukungan dan doa dari bapak ibu semua agar sekolah dapat merealisasikan adanya asrama untuk siswa perempuan juga,” tutur beliau.
Sambutan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari para wali santri yang hadir. Harapan besar terhadap pengembangan layanan pendidikan berbasis pesantren di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pun semakin menguat sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam membangun pendidikan yang berkarakter dan berkemajuan.
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) menyelenggarakan Seminar Motivasi bertajuk "Perang Siasat...
Sebanyak 34 murid terbaik yang terpilih dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)...
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggelar Pertemuan dengan Masyarakat Sekitar pada Rabu (5/8/2026)...
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Salah...
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui dua muridnya,...
Layanan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Realtime Online Tahun Pelajaran 2026-2027.