TIDAK SEKADAR PELENGKAP TETAPI PRIORITAS
Perpustakaan bukan sekadar tempat pelengkap sekolah. Namun, di sekolah ini perpustakaan menjadi prioritas sekolah. Hal ini terbukti adanya pelayanan 24 jam untuk peserta didik karena banyak peserta didik yang tinggal di pesantren As-Sakinah. Selain itu, perpustakaan sekolah akan maju lomba tingkat nasional kembali setelah juara umum nasional tahun 2016. Hal inilah yang menjadikan perpustakaan sekolah didatangi tamu dari berbagai daerah. Hari ini, Kamis, 2 Juni 2022 perpustakaan sekolah mendapat kunjungan dari Learning Center Kampus Kemandirian di bawah naungan Lembaga Pendidikan Insan Cendikia Mandiri Sidoarjo.
Abdul Wahid Azis, S.IP. selaku koordinator perpustakaan sekolah memaparkan tentang keunggulan, pengelolaan dan pengalaman beliau selama menjadi pustakawan sekolah. “Perpustakaan tidak dapat lepas dari teknologi.
Repositori pun juga diberikan yakni berupa materi belajar yang disusun oleh Bapak Ibu guru (PPT, modul, PDF dan lain-lain). Keunggulannya pelayanan ini adalah peserta didik dapat memilih materi-materi dari guru yang mereka anggap lebih menyenangkan meski guru penyusunnya tidak mengajar mereka. Hal inilah yang mengantarkan saya menjadi juara satu pustakawan tingkat nasional tahun 2018,” ungkap Bapak Aziz selaku ketua ATPUSI DIY (Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia) DIY.
Pada sesi terakhir, terdapat tanya jawab. “Jika ada sumbangan buku dari luar tetapi bacaan belum tepat untuk pembaca (peserta didik)? Misalnya buku tentang politik, filsafat dan lain-lain. Lalu bagaimana solusinya?” tanya salah satu tamu.
“Sebaiknya disumbangkan kembali kepada instansi yang lebih membutuhkan karena perpustakaan bertanggungjawab atas apa yang diberikan kepada peserta didik. Jika hanya disimpan saja maka tidak ada kebermanfaatannya,” papar Bapak Aziz.
“Bagaimana pengelolaan pelayanan 24 jam dalam perpustakaan?”
“Perpustakaan sekolah memberikan pelayanan dalam bentuk pojok baca di beberapa sudut sekolah (tanpa ditunggu pustakawan). Selain itu, ada akses buku yang akan disediakan dalam perpustakaan dan bekerjasama dengan musrif pesantren.” (Ari)