Syawalan keluarga besar SMA Muhi Yogyakarta dilaksanakan hari Ahad, 8 syawal 1438 H/2 Juli 2017 dimulai jam 08.00 sampai 11.00 di kampus SMA Muhi, diikuti oleh seluruh GTK, mantan kepala sekolah, beberapa mantan GTK, PRM, PCM, PDM dan beberapa tamu undangan lainnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya syawalan diadakan di luar kampus, untuk kali ini di kampus sendiri, salah satu sebabnya sebagian banyak karyawan dan guru-guru baru beserta keluarganya belum mengenal lingkungan kampus Muhi, sebab lainnya kita berharap syawalan di kampus Muhi dapat menjadi wahana sebagai media komunikasi dan dakwah sehingga tepatlah apabila syawalan kali ini mengangkat tema “Merajut Ukhuwah untuk Muhi yang Berkemajuan”.
Diawali dengan pembacaan qalam illahi dengan mengambil QS Ali Imran 133 sd. 136, dan dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah Bapak Tri Ismu Husnan Purwono, SH.MM., dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan SMA Muhi, antara lain :
Ikrar syawalan dipandu oleh ustad Slamet Fauzan, ditirukan oleh seluruh peserta yang hadir. Yang pada intinya adalah yang lebih tua maupun yang masih muda-muda saling maaf memaafkan kapan saja setiap saat, tidak hanya pada moment seperti ini (syawalan), sebab salah itu bisa saja terjadi kapan saja baik disengaja maupun tidak disengaja (khilaf) ini sifat manusia.
Sebagai penceramah adalah Ustad Irfan Nuruddin,M.Si Ketua LP2M DIY, dalam tausyiahnya bahwa puasa adalah segala obat, tujuan puasa adalah agar menjadi orang yang bertaqwa (QS 2:183), Puasa dikategorikan berhasil adalah orang-orang yang terlihat lebih baik dari sebelumnya. Secara hegenomini yang bercipta orang akan terlihat lebih sehat secara batin dan fisik lebih bertaqwa dan rasa empati peduli dengan lingkungan dan orang lain yang lebih kental. Karena puasa adalah segalanya berserah diri kepada Allah, mendekatkan diri kepada Allah hingga harapannya kita menjadi orang bertaqwa. Demikian juga endingnya adalah menjadikan yang berpuasa mendapat gelar mutaqin, mendapatkan pahala dan diampuni dosa-dosanya. Yang paling berat lagi adalah menjaganya selama sebelas bulan.
Idul Fitri telah tiba, segala makna hakiki tentang hari pengampunan adalah hal yang harus disyukuri bagi kita umat Islam yang menjalani sebulan penuh berpuasa. Makna lain berbagai pendapat tentang idul fitri juga dimaknai dengan lebaran menyantap makanan, namun hal tersebut juga harus disyukuri. Karena hasil setelah berpuasa dimulai dari idul fitri.
Mengakhiri ceramahnya, berkaitan dengan keberhasilan puasa selama sebulan penuh khususnya GTK, bisa dilihat/diukur GTK itu sendiri dalam kesehariannya ketika melakukan tugas-tugas lebih meningkat kinerja kedepannya.
Cabang olahraga basket tingkat SMP sederajat dalam ajang Moehi National Competition (MONACO) XI...
Yogyakarta – Pesantren As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta resmi membukarangkaian...
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menerima kunjungan studi tiru dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah...
Tiga murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih...
Sebanyak sebelas murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil mengukir prestasi pada Festival Lomba...
Layanan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Realtime Online Tahun Pelajaran 2026-2027.