PPDB 2027/2028 Penerimaan Peserta Didik Baru Gelombang Utama Telah Dibuka!

SMA MUHI TEKEN MoU INTERNASIONAL UNTUK PROGRAM SMILE PROJECT

09 Desember 2024 Giga Ikhlas Kusuma , , 364 Kali Dilihat 0 Komentar

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menjalin kerjasama program Students Meet Internationally Through Language Education (SMILE) Project dengan Workshop Initiatives for Language Learning (WILL) Japan. Workshop Initiatives for Language Learning Japan adalah promotor dari SMILE Project. Kepala SMA Muhi Drs. H. Herynugroho, M.Pd menjadi delegasi SMA Muhi untuk berkunjung ke Jepang. Pada kesempatan ini SMA Muhi menjalin MoU dengan Workshop Initiatives for Language Learning (WILL) Japan. Kegiatan penandatanganan MoU ini dilaksanakan pada Senin, 9 Desember 2024 di Tokyo, Jepang. Pada kegiatan ini hadir dari pihak Workshop Initiatives for Language Learning Japan adalah Professor Shigenori Wakabayashi, Ph.D. selaku Representative Director The Workshop Initiatives for Language Learning Japan.

Menurut Marini Amalia Octavianti, M.Pd selaku wakil kepala urusan humas, kegiatan Memorandum of Understanding (MoU) ini adalah untuk menjalin kerjasama untuk SMILE akan dilakukan melalui serangkaian kelas kolaborasi online real-time, termasuk diskusi video real-time di antara siswa. Tema diskusi mencakup pengenalan diri siswa, budaya mereka, dan impian serta rencana hidup mereka. Guru SMA MUHI akan memfasilitasi partisipasi siswa dan memantau perkembangan mereka dan perilaku.  Selain itu kegiatan ini juga menjalin kerjasama terkait mendukung upaya guru dan staf dalam melakukan pengembangan diri pada proyek bidang bahasa dan budaya internasional secara online.

Menurut Prof. Shigenori Wakabayashi Ph.D menyatakan ada 3 latar belakang dari program Smile Project ini. Tiga latar belakang tersebut adalah studi pengembangan Bahasa Inggris telah berkembang sejak tahun 1960an dan semua teori sepakat bahwa beberapa aspek penggunaan bahasa hanya bisa ditingkatkan melalui interaksi, pendidikan bahasa harus memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk berinteraksi langsung dalam bahasa asing. Latar belakang terakhir ialah pentingnya untuk bertemu dengan orang-orang yang berbeda untuk menyadari kondisi peserta didik dan budaya yang setiap daerah. Yus

Tags:
Dipost Oleh

Giga Ikhlas Kusuma

Tinggalkan Komentar