Pada hari pertama masuk kerja (setelah cuti atau libur lebaran 1442 H) guru dan karyawan diwajibkan melakukan tes Genose kolektif. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada pekan pertama masuk kerja yaitu tanggal 24-28 Mei 2021. Tes ini hanya berlaku untuk guru dan karyawan yang sehat. Sedangkan bagi guru dan karyawan yang dalam kondisi sakit atau menunjukkan gejala batuk, pilek, sesak napas (gejala COVID-19) diwajibkan untuk WFH selama 1 pekan. Bapak Isnanto P., M.Pd.I. selalu wakur sarpras menyatakan bahwa setelah liburan hari raya idul fitri, sekolah mewajibkan semua guru dan tenaga kependidikan untuk cek Genose agar sedini mungkin bisa terdeteksi jika ada yang positif covid 19. Maka tim satgas covid 19 sekolah segera mempunyai data dan bisa bergerak menentukan langkah preventif dan progess cepat.
Alat Genose yang digunakan merupakan fasilitas dari sekolah yang pengelolaan dan pemanfaatan melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan dilakukan tes Genose kolektif tersebut sebagai upaya preventif mengantisipasi ledakan kasus COVID-19 setelah libur lebaran di lingkungan sekolah. Upaya lain yang dilakukan adalah melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin yaitu: cek suhu sebelum masuk lingkungan sekolah, mencuci tangan, memakai masker dan mencegah kerumunan. (Byu/Isn/Ari)
Cabang olahraga basket tingkat SMP sederajat dalam ajang Moehi National Competition (MONACO) XI...
Yogyakarta – Pesantren As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta resmi membukarangkaian...
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menerima kunjungan studi tiru dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah...
Tiga murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih...
Sebanyak sebelas murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil mengukir prestasi pada Festival Lomba...
Layanan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Realtime Online Tahun Pelajaran 2026-2027.