Kata belajar bagi setiap insan manusia tidak memiliki batas waktu dan tempat. Bahkan kita dapat belajar dari keberhasilan orang lain. Begitu pula yang dilakukan oleh BKS Kota Yogyakarta, yang memiliki progam studi banding ke negara tetangga dengan tujuan untuk belajar beberapa hal, salah satunya dalam bidang pendidikan. Progam ini dilakukan setiap dua tahun sekali dan anggotanya adalah kepala sekolah tingkat SD,SMP,dan SMA Muhammadiyah Kota Yogayakarta. SMA MUHI pun turut serta dalam kegiatan ini, yang diwakili oleh Bapak Zulbahri Sutan Bagindo, S.E. Beliau mengikuti rombongan ketua PDM dan ketua Dikdasmen untuk berkunjung ke Negara Thailand dan Malaisyia. PDM dan ketua Dikdasmen merupakan lembaga yang memayungi BKS kota Yogyakarta. Pelaksanaan studi banding sejak tanggal 8-11 Maret 2018. Adapun tujuan dari studi banding ke Negara tetangga ini adalah belajar dari keberhasilan sekolah berbasis Islam yang menjadi minoritas di Negara Thailan tetapi mampu eksis.
Kunjungan yang utama adalah sekolah TK,SD, SMP,SMA Songserm Sasanna Vitaya Fooundation atau yang dikenal sebagai Ponoh Kohmee atau Pondok Kohmeh. Sekolah ini terletak di Jalan Kanchanarame, Tambon Klonghae, Kabupaten Hat Yai, Propinsi Songkhla, 90110, Thailand. Pada tahun 1951, Wang Sriyahoh, yang merupakan sesepuh desa saat itu, menyumbangkan 10 hektar tanah kepada Haji Meed Wanlabeh untuk mendirikan pondok dan digunakan tempat mengajarkan agama Islam. Dengan perkembangan waktu, perjuangan Beliau membuahkan hasil pondok tersebut kini telah menjadi sekolah swasta yang diakui oleh pemerintah Thailand. Sekolah ini kini sudah memiliki bangunan yang memadai untuk proses belajar mengajar dan berdakwah agama Islam. Sekolah ini dikelola oleh dewan pengawas Yayasan Songserm Sasanna Vitaya, yang merpakan sebuah badan hukum. Sekolah ini dikelola oleh Mr. Racheed Wanlabeh, Bapak Vijit Saisahat yang merupakan manajer sekolah serta Sarah Wanlabeh sebagai kepala sekolah.
Manjadda wa Jadda, barang siapa yang bersunguh-sungguh maka akan berhasil. Hal itulah yang telah dilakukan oleh saudara kita di Thailan yang berhasil meraih cita-cita mulia, mendirikan sekolah Islam di Thailand. Melalui bidang pendidikan beliau mampu berdakwah agama Islam dan membangun karakter mulia anak-anak sejak dini. “Jauh di sana terdapat saudara kita yang berjuang dalam menegakkan agama Allah melalui pendidikan agama Islam. Berkat kerja keras untuk meraih cita-cita meski fasilitas terbatas tetapi memiliki semangat tanpa batas, akhirnya sekolah berbasis Islam mampu didirikan,” ungkap Bapak Zulbahri Sutan Bagindo,S.E. Beliau juga menambahkan bahwa sudah selayaknya kita bersyukur dengan fasilitas yang dimiliki di sekolah ini apalagi didukung lingkungan mayoritas umat Islam. Oleh karena itu, kita sebagai hamba Allah sudah memiliki kewajiban untuk ammar ma’ruf nahi mungkar di jalan Allah dan dapat memberikan hal yang membanggakan bagi persyarikatan Muhammadiyah dan Bangsa. (ARI/ZSB/LIA)
Cabang olahraga basket tingkat SMP sederajat dalam ajang Moehi National Competition (MONACO) XI...
Yogyakarta – Pesantren As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta resmi membukarangkaian...
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menerima kunjungan studi tiru dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah...
Tiga murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih...
Sebanyak sebelas murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berhasil mengukir prestasi pada Festival Lomba...
Layanan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Realtime Online Tahun Pelajaran 2026-2027.